Thursday, July 19, 2012

Bicara Rindu


"Apa yang sedang kamu rasakan ?"

"tidak ada"

"mana mungkin seseorang tidak merasakan apa-apa"

"anggap saja sudah terlalu banyak hal yang memaksa untuk dirasakan dan diri akhirnya menjadikannya sebuah hasil kalkulasi yang menghilang tanpa terlebih dulu bisa disimpulkan. aku hanya meyakini bahwa hidup orang, siapapun itu tidak akan pernah lurus"

"mengapa begitu ?"

"karena bumi itu bulat mungkin. jadi penghuninya memang harus berjalan seperti lingkaran tanpa pernah mampu menemukan garis lurus"

"bagaimana dengan hidupmu ?"

"sejauh apapun aku berlari ataupun menghindar, aku akan kembali ke suatu titik yang dinamakan rindu. ia sudah disepakati sebagai salah satu bentuk kesakitan yang memiliki sensasi luar biasa. jadi anggap saja hidupku sekarang penuh dengan kumpulan sensasi kerinduan yang tanpa penjelasan"

"teruskan..."

"aku sedang menjalani atau mungkin menikmati kerinduan dengan berbagai cara. kerinduan yang menyerang langsung dari berbagai arah dan cerita. aku sudah memiliki banyak cerita luar biasa yang pada akhirnya harus dipilih. anggap saja sekarang aku sedang menikmati waktu untuk hidup tanpa cerita untuk kemudian memilih yang sebenar-benarnya cerita yang tepat untuk bersanding di masa depan"

"sudahlah... mimpi menunggumu di tidur"

"iyaa... semoga dia masih disana"

Tuesday, April 3, 2012

WEDDING PROPOSAL

i've always told my friend that i love to watch every wedding proposal and sure dream about get mine too.
something about make sure the feeling and get permission from dad, always being the most precious moment. Here's two video of wedding proposal that i love so much





one day... when you're sure about something, you just know it...

Sunday, March 11, 2012

Reuni Seragam




Untuk seragam !

Hari ini, di dalam box biru tua, kalian hanyalah tumpukan kain yang membungkus kenangan akan perjalanan panjang selama tiga tahun. Apa Kabar ? sudah hampir tiga tahun tidak pernah aku gunakan. Rasanya masih sama. Aku masih bisa mencium dengan jelas udara pagi di depan meja piket ketika seorang guru selalu menegurku untuk merapikan baju dan tidak menginjak sepatu. 
Jangan marah... bukannya aku tidak mempedulikanmu, aku hanya tidak ingin berlarut-larut dalam nostalgia yang aku dan malaikat sudah kultuskan sebagai satu dari sepuluh bagian hidup yang luar biasa.

Ini bukan tentang berapa banyak coretan pulpen yang tidak sengaja mengenaimu. Atau saos tomat yang dipeperkan ke rok untuk mendapatkan kertas izin pulang dengan alasan menstruasi. Bukan juga tentang tangan yang membuka kancing di lantai tiga. Ini tentang air mata yang aku basuh di bagian bahumu, Momogi coklat yang aku simpan di kantongmu, keringat yang kau serap, dan label berisi jawaban UAN yang aku tempelkan di dalammu.

Malam ini seorang teman menelfonku. Itulah kenapa aku langsung mengeluarkanmu dari zona nyamanmu sekarang. Dia mengatakan tentang aku yang berubah menjadi lebih terawat. Tapi aku yakin, kamu yang paling tau. Aku mengenakanmu lagi. yaa... tapi pada malam hari, bukan di jam setengah tujuh pagi setelah beberapa kali badanku diguncang Mak Ani dan kemudian dirayu dengan segelas susu.

Bahkan setelah serangan telur, tepung, oli dan air toilet pada ulang tahun ke-17 ku, kamu tetap salah satu bagian paling setia yang menyimpan kenangan dalam diam. Hari ini aku menggunakanmu lagi, bersama alamater osis yang lebih mirip dengan jaket tukang ojek bukan dari bahan kulit. Angkat Gelas ! hari ini kita reuni. Cukup kita bertiga. Untuk semua bagian terbaik yang pernah dilewati. 

Mari berterima kasih atas perubahan yang terjadi hari ini. Karena dengan kondisi cuek dan tidak terawat pun, aku tetap menuliskan sejuta kenangan di dalammu. Kini, kembali ke dalam box biru tua. Suatu saat, entah kapan, aku akan mengenakanmu lagi.

Aldila ~

Wednesday, March 7, 2012

Window. Lights. Level 10



we shared the same lights from the building
we shared the same lights from the sunrise 
from the window, just perfect as number 10 on level 10

because we  will always share the same love everyday 'till the end
from our window, before we go to sleep and after we wake up

this is exactly the life that I dreamed about
have the right partner and create my happily ever after life
oh .. not minebut us.
I forgot that has divided the 32 months with you
make you a soul; a prayer in my every breath
and the light; the only one who shines brightest in my life after God


this is how love create us...

Bin ~

Sunday, January 15, 2012

Potret Dalam Pigura


Untuk dia... Ya, D I A !
Untuk dia yang memegang tanganmu erat setelah dengan berat hati ku lepas
Untuk dia yang sekarang menjadi ceritamu 
Untuk dia yang menyelamatkanmu dariku, atau mungkin tidak
Untuk dia yang dalam anganku akan tersenyum manis denganmu di bingkai masa depan

Untuk mu... Ya, K A M U !
Untuk mu yang tiada hentinya menghujat diri
Untuk mu yang sesekali membisikan kata rindu di telingaku
Untuk mu yang hanya ingin menjalani 
Untuk mu yang menorehkan kenangan kemudian membiarkan ku menguburkannya, sendiri

Untuk ku... Ya, A K U !
Untuk ku yang tidak berhentinya menangis
Untuk ku yang menghapus semua jejak, tapi masih lekat dalam ingatan
Untuk ku yang berharap satu jengkal keajaiban
Untuk ku yang berdiri kemudian jatuh lagi dan sudahlah... aku lelah


Aku... dengan potret dalam pigura berjudul masa lalu....
mengukir peluh, mencari di mana kebahagiaan yang terbingkai itu...
tapi akhirnya aku sadar satu hal,
yang aku temukan bukan aku...
melainkan dia, dalam senyum baru berjudul masa depan. 



Monday, November 14, 2011

crumpled !

this is i'm gonna tell you or maybe i supposed to tell you. yeah, i've been busy of thinking about the friend's thing, the family's and very importantly is the relationship's thing who really didn't gave me a time to take care of my own self.

what's going on with life ? doesn't we all are born to enjoy it ? so why we always want to bring our self into a messy situation ? in fact, the good is in front of the eye. why we don't catch it ? or maybe keep it ?
hmmmm... we're human, aren't we. we are never satisfied with something. we love challenge.

i've always tell my boy to be grateful with his life. 'cause God put him into an incredible one. and if he not careful, it gonna throw him down. this is maybe why i always learn from his mistake. so that, i could find mine too. the point is, don't blame anyone who always made a mistake. maybe that source is come from us.  so, what ever happened. i thank God for gave me the best guy on earth who had destroyed my entire life and make it more interesting.

a few days ago, some of my friend's talk to me about their life, especially their relationship. i know they're really in trouble. or not... they put them self to the trouble. they had a great life, great relationship, but if you ask that is it enough ? the answer is BIG NO. they still want to give some test to their heart and bad news, here's come the dilemma. but i know they love it. even they cry for it. they just love it with the un-explain reason. and my function rightnow is to watch them, hopely they'll not making a wrong move.

do i need more drama for my life ? hohoho i'm a drama queen and also a dead man walking. that's why i really feel sorry for my self to involved it this far. so, that's enough. thanks for always read my blog. even i know it's seriously wasting time.

cheers :)

Tuesday, August 16, 2011

Setelah itu, sudah


Aku  sedang berlayar sendiri, mencoba memutar arah untuk kembali menggali sesuatu yang telah lama ke pendam.
Dia menghubungiku, memberitahukan bahwa dia sudah kembali setelah memilih untuk meninggalkanku dan mewujudkan mimpinya di kota penuh cinta, Paris. Kami pernah saling berbagi nafas bersama selama kurang lebih lima tahun. Ia sempat menjadi satu-satunya tempat yang kuyakini tepat untuk menyimpan hati liarku. Kami hidup normal, bahkan hampir satu langkah ke depan untuk mewujudkan mimpi remaja sebelum akhirnya dia memutuskan pergi.

“baju-bajumu sudah siap ? jangan lupa memberikan ini pada ibu dan sampaikan salamku”
“iya” jawabku sambil meraih bingkisan di tanganmu dan mengecup keningmu. Hari ini aku akan berkunjung ke tempat ibu. Sudah lama tidak kesana. Pertemuanku dengannya dan beberapa kejadian setelah itu memang sedikit meresahkan dan melelahkan. 

Waktu itu kopi kami tertukar saat kami hendak mengambil gelas kopi yang sama di sebuah coffee shop di jalan Thamrin, setelah aku berusaha sekuat tenaga untuk mengabaikan ajakannya. Kami akhirnya memilih untuk duduk di meja yang sama dan memulai cerita. Semua memang serba kebetulan. Dia yang kembali karena ayahnya yang sakit dan akhirnya harus memilih untuk melepaskan mimpi dan melanjutkan perusahaan keluarga. Yaa, mimpi yang telah mengambilnya dariku beberapa tahun yang lalu. Kemudian pembicaraan kami berlanjut menjadi semakin sensitif. Kami mulai mengetuk hati masing-masing. Mencari puing-puing yang tersisa dan mencoba menyusunnya kembali. Lima tahun memang waktu yang lebih dari cukup untuk saling mengenal bahkan akhirnya lulus memahami masing-masing. Pertemuan kami tidak berhenti sampai situ. Kami kembali menyambungkan tali yang sempat ia putuskan dengan sepihak dulu. Setiap hari aku selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengannya.

Sore itu aku memilih pulang padamu. Setelah beberapa hari bersemedi di apartement. Seperti biasa kamu menyuguhi ku segelas air putih. Hidup sehat, katamu. Paru-paruku harus dibersihkan setelah kuisi asap setiap hari. Aku lebih banyak diam, sedangkan kamu bercerita banyak. Ternyata seminggu hidup dalam pengabaian membuatmu menampung segudang cerita yang siap kamu muntahkan. Aku tau kamu merasakan sesuatu, perubahan kecil yang terjadi setelah hampir dua tahun sosokmu tidak pernah lepas dari pengawasanku. Tapi beginilah kamu, tidak pernah menaruh curiga sedikitpun apalagi ingin mencari tau apa yang terjadi. Bagimu, yang terpenting adalah menjalankan bagianmu tanpa perlu menengok ke luar jendela. Banyak yang jahat, katamu. Hidup memang telah menawarkan banyak pilihan tapi kebanyakan dari kita memilih sakit untuk benar-benar menjadi besar. Kamu adalah sebenar-benarnya keyakinan. Layaknya darah yang di donorkan, kamu mampu memberikan hidup walau hanya dengan satu kantong. 

“kamu mau menginap ?” tanyamu setelah menemukan isyarat di wajahku
“tidak untuk hari ini. Banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Mungkin akhir pekan” jawabku sambil mengambil beberapa kertas dari atas meja kerjamu. Ada raut kekecewaan di wajahmu, tapi selalu tersamarkan oleh sebuah senyuman.
“okay. Take your time. Hati-hati di jalan”
“iyaa” aku mengecup keningmu, menunggu complaint kecil yang biasanya selalu ada sebelum aku pulang . satu, dua…
“kamu merapikan rambutmu. Aku seperti melihatmu dua tahun yang lalu” YES, here they are. Complaint tersirat yang tak perlu ku jawab. Karena senyum kecil dariku sudah cukup menjawab semuanya.

***
Minggu demi minggu berlalu. Aku mulai mengalami hidup normal dengannya di  sisi gelap. Hatiku kembali. Aku mendapatkan apa yang selama ini hanya ada dalam ingin.
Ia mengirimkan pesan singkat padaku
“I’ll go tomorrow night. There’s something I wanna do in Paris and will be back soon. Ketemu di apartement yaa”
Ia harus membereskan beberapa hal sebelum akhirnya menetap di Jakarta. dan setelah kembali, ia akan datang padaku menagih janji yang sempat kuucapkan beberapa minggu yang lalu.

Hari ini kamu datang padaku. Mengeluhkan beberapa pekerjaan yang baiknya bisa sedikit menyita waktumu, menurutku. Obrolan kita cukup panjang sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk melakukan pengakuan “sekarang atau tidak sama sekali” batinku
Lagi-lagi kamu melemparkan sebuah senyuman sebelum memulai bicara. Mungkin ini adalah salah satu proses penenangan diri paling ampuh yang pernah ku lihat.
“dia datang kapan ?” kamu mulai berbicara
“sebulan yang lalu. Aku…”
“sudah. Aku tau kamu tidak akan menolak dan aku juga tidak perlu bertanya kenapa kamu baru cerita sekarang”
“aku belum melakukan apa-apa. Belum juga memutuskan apa-apa. Aku milikmu”
“kamu perlu bertannya lagi pada hatimu dan make sure kepada siapa dia ingin menetap. Aku tidak mau menunggu sampai kamu memutuskan. Dengan berani berbicara padaku, berarti memang ada sesuatu yang akan kamu lakukan”
“kamu mau pergi ? mau meninggalkanku ? aku hanya ingin jujur. Tidak lebih”
“possible. Ketika kamu tidak kunjung selesai. Ingat ini, selesaikan dengannya atau dengan kata lain kita yang selesai. Terima kasih mau jujur”
“kamu hidup aku sekarang, dia hanya masa lalu yang akan pergi”
“atau malah kembali dan menetap. Sudahlah, aku sudah tertidur pulas di hatimu. Jadi, tolong jangan membangunkanku dengan gangguan kecil bernama dia”
Kamupun meraih tasmu kemudian berlari dengan cepat tanpa mampu ku cegah. Malam itu aku mengutuk diriku atas api yang ku bakar dan tidak mampu ku padamkan. Sejujurnya, aku juga menjanjikan hal yang sama dengannya. Sesuatu yang berhubungan dengan masa depan dan hatiku juga ada padanya. Aku berpikir keras malam itu. Harus ada satu lampu yang aku padamkan cepat atau lambat.

Aku datang padanya beberapa jam sebelum ia harus ke bandara. Aku memandanginya, dia adalah salah satu mahakarya terbaik yang Tuhan ciptakan dan bagaimana bisa ku menolak.
Ia mengalungkan tangannya di leherku, melumat lembut bibirku kemudian berkata
“Cuma seminggu. Setelah itu kita akan bersama selamanya”
Aku melihat sekitar. Dia masih sempurna. Tidak ada cacat sedikitpun dari hidupnya. Dia adalah sesuatu yang akan selalu dicari siapapun dan Demi Tuhan aku pernah mencintainya lebih dari nyawaku sendiri.
“hey, are you okay ? aku bakalan balik sayang. Aku ga pergi lama lagi”
Aku melepaskan pelukannya. Setelah ini hidupku akan berubah drastis, itu yang aku tau. Aku mengecup keningnya, membelai lembut pipinya dan akhirnya menemukan kebingungan di wajahnya.
“kapalku kembali, kembali pada hatimu. Bukan untuk mengambilnya lagi, tapi hanya untuk memastikan ia baik-baik saja tanpaku setelah itu, sudah. Kamu hati-hati”

Setelah malam itu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya. Terakhir yang aku dengar, ia tetap menjalankan perusahaan keluarganya tapi juga membuka sebuah galeri seperti mimpinya.
Dan hari ini aku datang pada ibu untuk meminta satu permohonan terakhir. Permohonan yang akan melengkapi tugasnya sebagai ibu, yaitu melamarmu. Tunggu aku sayang. Seperti kataku, aku mati padamu.

Wednesday, August 10, 2011

Untukmu dan Pertarungan dengan diri sendiri


Ini semua hanya tentangmu, tentangku. ohh, bukan. ini tentang kita. tentang kita yang tidak berhenti mengunyah walau sudah kenyang.

Berbeda denganmu yang tidak pernah menolak rejeki yang datang, dalam beberapa hari, minggu, bulan, bahkan tahun belakangan ini, banyak yang silih berganti datang dengan memberikan penawaran padaku, menawarkan diri lebih tepatnya. terlintas untuk tidak menolak, tapi sekali lagi tidak kulakukan atas alasan hidup normal. sesungguhnya kita sudah jauh berjalan dan menggores banyak hal di kertas masing-masing.

aku ingin hidup sederhana denganmu, sesederhana pelukmu yang akan selalu bisa menenangkanku disaat guntur menggelegar. sederhana tapi bahagia.

aku lelah hidup sebagai pengintai yang setiap harinya menambah daftar panjang nama-nama sampah yang harus di garis merah,  bahkan tidak sedikit yang sudah di blacklist. yaa, mereka sampah. seperti katamu ketika memohon ampunan waktu itu. sampah yang akan membuang dirinya padamu, kemudian akan diambil lagi karena sesungguhnya kamu bukanlah pembuangan terakhir.

cukup mengumbar kemanisan, sayang. kita hanya akan terkena sakit gigi dan yang paling buruk adalah diabetes karena mengkonsumsi manis yang berlebih. hidup kita terlampau indah, kamu harus tau itu. aku sudah menggelar sajadahku dan sajadahmu, kemudian kita bersujud dalam sepenggal waktu yang sama dan doamu ku Amini. Suatu hari nanti kamu akan mengumandangkan adzan di telinga bayi mungil kita yang mewarisi separuh parasku dan separuh tingkahmu. aku ingin hidup denganmu. itu yang aku tau. menghabiskan lebih kurang 40 - 50 tahun bersama di sebuah rumah kecil dengan halaman luas dan tanpa sampah pastinya. semua harus indah, semua harus manis dan hidup pastinya lebih baik.

Untukmu, yang tidak pernah lelah bertarung melawan diri sendiri. kuatkan kaki, kuatkan hati. kamu pemenang !

Thursday, July 7, 2011

Dirgahayu BONBIN

Tuesday, July 5, 2011

The Light

Saturday, June 25, 2011

Happy Wedding, Pay :))


Beberapa hari yang lalu, teman saya mengirimkan sebuah pesan singkat yang berisi "puy, aku mau nikah. doain yaa". entah bagaimana caranya menggambarkan perasaan saya, pokoknya campur aduk antara kaget, bahagia dan sudah bisa ditebak. besoknya "ibu" (panggilan saya kepada ibunya) menelfon saya dengan bilang bahwa saya harus datang atas nama keluarga dekat.

well, singkat flash back, yang menikah ini adalah belahan jiwa saya, teman terbaik yang datang sekali-sekali tapi di setiap kedatangannya selalu membawa sesuatu. namanya Dimas Setiawan. kami sudah akrab sejak saya SMA dan dia berada di bangku kuliah. maklum jarak umur kami 5 tahun. Dimas sudah seperti kakak laki-laki, keluarganya terutama ibunya sudah seperti ibu saya sendiri.

Tadi malam dia menelfon saya, sejenis curhatan karena tiba-tiba diserang sindrome pra-nikah. sejak dulu dia selalu bilang sama saya kalau dia takut dengan ijab kabul tapi setelah menyaksikan sendiri, saya pun menangis. dia hebat. saya yakin keluarganya akan menjadi keluarga yang hebat juga apalagi anak-anaknya.

Tapi ada yang lebih penting, tadi saya tersentuh dengan wangsit ibu yang bilang "nak, jalan hati-hati dan jangan lupa sholat. apa yang kita harapkan belum tentu itu yang kita dapat. pelan-pelan jangan sampe jatuh"

well, they're my second family and i love them
happy wedding, pay :)

Tabrakan Doa


aku berdoa untukmu
mereka berdoa juga untukmu
dan ibu berdoa untuk yang terbaik

kemudian terjadi tabrakan doa di udara
entah punya siapa yang akan sampai duluan di tangan Pencipta

aku memintamu
mereka memintamu
dan ibu meminta yang terbaik

kemudian Tuhan mulai bingung untuk melakukan pilihan
ia menyerahkan pada sang waktu sebagai pemegang jawaban 

kami menghadap Tuhan yang sama, dari latar belakang yang berbeda tapi dengan satu doa yang sama kecuali doa ibu, ia hanya meminta yang terbaik.
sesungguhnya kami juga meminta yang terbaik; kamulah yang kami yakini sebagai yang terbaik. mungkin pertanyaan besarnya adalah siapa diantara kami yg memegang gelar terbaik. 
hey, aku salah. kami adalah pemenang dari ribuan sperma yang terbuang. bukankah dengan begitu kami memang ditakdirkan untuk menjadi yang terbaik pada jalurnya masing-masing ?
baiklah, fokus teman-teman. tetap berdoa, tetap bertabrakan seperti arena 'baku toki' di dufan. ini akan menyenangkan.

dan ibu, kamu pemenang. doamu juara 


Sunday, May 29, 2011

Puisi di acara Beta Maluku

Konser Cinta "Beta Maluku"

Konser Cinta "Beta Maluku". inilah judul dari salah satu acara yang dilaksanakan oleh Indonesia Kita di Taman Ismail Marzuki pada 27-28 mei 2011. Teater musikal ini berisi tentang seluk beluk seni dan budaya yang ada di Maluku.  
Keseluruhan acara keren abis. saya selaku orang Maluku asli teramat sangat bangga. ini bisa dibilang suatu pergerakan menuju arah yang sangat baik karena seumur-umur baru pernah ada kegiatan seperti ini



Berlanjut keisi acara mulai dari menyanyi yang sudah sangat mendarah daging di Maluku, tarian, sampai acara yang sangat saya rindukan yaitu "paparisa kecil"; sejenis lenong bocah versi Ambon yg sekarang sepertinya sudah tidak tayang lagi di tv lokal. sangat mengobati kerinduan akan Ambon yang hanya bisa di datangi satu tahun satu kali.

Satu lagi yang paling special tanpa telor tapi pake keren tambah banget. penampilan pacar saya. yaa, Mohammad Irfan Ramly. isi puisinya keren, konsep latarnya + backsound suara Glenn Fredly juga keren ditambah lagi lagi pacar saya. Oh My, He's Gorgeous. words can't describe how stunning he was last night. Dan bagian paling lucu pas saya keluar dari gedung, beberapa orang yang mengenal saya langsung datang dan menjabat tangan kemudian bilang "dia bintang. banyak yang nangis" ga kebayang betapa bangganya saya. even dia bukan pacar saya pun, saya juga pasti akan berpendapat yang sama. salut for my special one, he's my precious 



Dan yang terakhir, saya cuma mau bilang "saya orang Ambon dan teramat sangat bangga menjadi orang Ambon"





Friday, May 27, 2011

Hidup itu tentang...



* Hidup itu tentang berdiri tanpa busana di depan seseorang yang mungkin suatu saat nanti akan kamu sebut mantan


* Hidup itu tentang berbagi nafas dengan banyak orang atas dasar sayang


* Hidup itu tentang menjadi rendah tapi bukan murahan dengan mau melakukan apapun walau terkadang ragu bahwa bagian itu adalah selamanya


* Hidup itu tentang mengagung-agungkan sebuah cerita dan mungkin suatu saat hanya akan menjadi sejarah yang terkadang disesalkan


* Hidup itu tentang hujan yang selalu mensinkronasikan memori dan membawa manusia rasional dan realistis sekalipun menjadi gila sesaat


* Hidup itu tentang manusia yg dimuliakan Tuhan karena dikaruniai akal kemudian memilih untuk menikmati 'hilang akal' sejenak


*Hidup itu tentang batang racun yang rela dihisap karena dipercaya mampu menjadi obat paling mujarab


* Hidup itu tentang bagaimana kloset yg berfungsi sebagai tempat pembuangan paling kotor malah dapat menghasilkan banyak inspirasi


* Hidup itu tentang (terpaksa) menerima untuk menjadi bagian gelap karena sesungguhnya yang terang masih memegang kuasa


* Hidup itu tentang bertahan pada kesakitan dan kebohongan karena tidak memiliki tempat lagi untuk berpindah dan meyakini bahwa di dalam keabstrakan ada indah yang tersirat

Wednesday, May 18, 2011

BEBAS


Aku ingin diterbangkkan angin ke negri antah berantah
Aku ingin didamparkan ombak  ke pulau tak berpenghungi
Aku hanya ingin terbang bebas bagai kapas tak bermassa
untuk setiap beban yang lelah ku pikul
dan untuk segala pelajaran yang tak henti kupelajari
tapi yakinkan bahwa angin utara tetap berjalan di belakangku
agar aku tidak kehilangan arah dan mereka tidak marah
cukup !
apakah aku mengerti apa itu merdeka ? bagaimana melahirkannya ?
bahwa untuk merayakan dirgahayunya saja belum tentu bisa
ingatkan aku untuk tidak cemas, sayang
karena sesungguhnya hanya kepadamulah aku aman 




Saturday, May 7, 2011

dan akhirnya kebo saya wisuda :)




first





second



third



fourth







and finally 




Sunday, April 17, 2011

Loviology - TEORI PERCINTAAN MASA KINI

Loviology ! yaa, ini adalah salah satu lagu dari group musik Music for Sale. Anggap saja makna dari judul lagu ini adalah teori dari percintaan masa kini. saya memang baru mendalami liriknya setelah sudah sekian lama ada di playlist handphone.

Lagu ini sendiri punya arti sederhana. hanya bercerita tentang sebuah kisah cinta dimana perempuan yang selalu mengerti dengan berkata "saya baik-baik saja" padahal sebenarnya punya sejuta alasan untuk complaint akhirnya menyerah dan berubah. Kemudian pihak yang bersalah yaitu laki-laki, dengan segala kesalahan yang pada akhirnya diakui, kemudian menyadari bahwa dia sendiri sudah merasa memberikan yang paling baik termasuk hatinya walau terkadang godaan memang tidak bisa dihalau. Hasil akhirnya si perempuan pergi dan si laki-laki akan sulit untuk jatuh cinta lagi.

Semakin tepat untuk menyebut ini sebagai teori percintaan masa kini dimana ada bagian yang selalu bisa mengerti pada awalnya tetapi ketika terus menerus disakiti, mereka pun akan berpikir untuk balik kanan bubar jalan. Dan kemudian ada bagian yang sebenarnya sudah memberikan segenap hati tapi terkadang tidak mengerti bagaimana caranya mengontrol rasa itu sendiri.

Pada akhirnya, semua hal di dunia ini memang hanya soal mengerti. bahkan sayang dan cinta itu sendiri kadang bisa terkesan kosong ketika masing-masing pihak tidak mampu mengerti. Mengerti disini bukan hanya mengerti tentang perasaan orang lain, tapi sebelumnya harus terlebih dahulu mengerti perasaan sendiri. Bahwa segala sesuatu harus sesuai kebutuhan dan tidak boleh berlebihan. 

Ini pelajaran besar. Ketika aku selalu menganggap mampu mengertimu dengan baik dan kemudian menempatkan diri di posisi paling sakit akhirnya harus menyadari bahwa dibalik semua kesalahan yang kamu buat, kamu juga sedang berusaha dengan caramu sendiri. Seharusnya aku harus selalu percaya satu teori dimana ketika laki-laki benar Jatuh cinta, itu adalah hal terbaik yang bisa dia lakukan sebelum pada akhirnya mencoba menentukan sikap. Percayalah, kalian memang makhluk paling labil yang akan selalu kami cintai.

untukmu, tetap menjadi aneh karena sesungguhnya anehmu adalah bagian yang paling aku cintai :)

Friday, April 15, 2011

Pramadhani Reihan !


Hidup itu Tentang Bagaimana...
Tentang bagaimana saya mencintai gadis bermata bulat nan indah yang sedang tersenyum bersama saya di foto ini.
Tentang bagaimana saya mengaguminya atas keajaiban alamiah yang terkadang muncul dari otaknya tanpa pernah disangka.
Tentang bagaimana saya belajar banyak dari kisahnya. bahwa sesuatu yang baik sekalipun belum tentu bisa bertahan ketika tidak ada chemistry lagi.
Tentang bagaimana saya memuji segala kegilaan dan keberaniannya dalam mengambil setiap keputusan tanpa pernah menunjukkan bahwa dia menyesal.

Hidup itu Ajaib...
Ajaib ketika hidupnya yang bisa dikategorikan sempurna masih saja belum cukup. bukan tidak bersyukur, tapi saya yakin dia adalah salah satu anak muda masa kini yang sangat berani mengambil tantangan sementara yang lain bermain di jalur aman.
Ajaib ketika dia mengetahui segala detail dari kesalahan yang dia toreh tetapi tidak pernah mengeluh pada orang lain melainkan diri sendiri.
Ajaib ketika dia mampu merubah suasana hatinya secepat kilat (yaa, setelah menangis tanpa sebab, dia mampu tertawa dengan suara ajaibnya).

Hidup itu Luar Biasa...
Luar Biasa karena dia selalu mampu menciptakan kalimat-kalimat sakti dalam kegalauannya.
Luar Biasa karena kami selalu bisa sepaham untuk hal yang orang anggap paling bodoh sekalipun.
Luar Biasa karena aku sempat khawatir padanya karena dia memang luar biasa.
Luar Biasa karena Tuhan baik memberikannya di hidup.

Kepada Pramadhani Reihan untuk segala bagian hebat yang pernah kita bagi bersama. terima kasih atas kisahmu dan kisahku yang selalu kita bahas, kita agung-agungkan kemudian kita tangiskan tanpa harus menghakimi satu sama lain. Aku Mencintaimu Sungguh. tetap jadi inspirasi paling handal. suatu saat suami-suami kita harus mengakui ke khalayak bahwa kita adalah istri dan ibu yang luar biasa